أَحَبُّ الصَّلاَةِ إِلَى اللَّهِ صَلاَةُ دَاوُدَ –
عَلَيْهِ السَّلاَمُ – وَأَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ ،
وَكَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيْلِ وَيَقُومُ ثُلُثَهُ وَيَنَامُ سُدُسَهُ ،
وَيَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا
“Sebaik-baik shalat di sisi Allah adalah shalatnya Nabi Daud ‘alaihis
salam. Dan sebaik-baik puasa di sisi Allah adalah puasa Daud. Nabi Daud dahulu
tidur di pertengahan malam dan beliau shalat di sepertiga malamnya dan tidur
lagi di seperenamnya. Adapun puasa Daud yaitu puasa sehari dan tidak berpuasa
di hari berikutnya.” (HR. Bukhari no. 1131).
Puasa Nabi Daud merupakan puasa sunnah yang mempunyai
tingkatan lebih ditinggi dibanding dengan puasa sunnah lainnya (puasa Senin-Kamis, puasa Asyura 9-10 Muharram, puasa 9 Dzulhijjah dll) dan sangat
disukai oleh Alloh SWT. Puasa ini dilakukan dengan cara sehari puasa sehari
kemudian tidak berpuasa/berbuka dan begitu seterusnya.
Puasa ini membawa banyak faedah bagi orang yang menjalankannya, selain mendapat pahala yang sangat besar disisi Alloh SWT dan dapat terhindar dari kemaksiatan yang dapat menahan hawa nafsu, seperti menekan sifat amarah yang sangat merugikan kita.Membangkitkan rasa sabar yang lua rbiasa dan mendekatkan diri kita pada Alloh SWT.
Puasa ini membawa banyak faedah bagi orang yang menjalankannya, selain mendapat pahala yang sangat besar disisi Alloh SWT dan dapat terhindar dari kemaksiatan yang dapat menahan hawa nafsu, seperti menekan sifat amarah yang sangat merugikan kita.Membangkitkan rasa sabar yang lua rbiasa dan mendekatkan diri kita pada Alloh SWT.